Jumat, 13 April 2012

kemurahan hati

kemurahan hati adalah sesuatu yang sangat dihargai. Namun, pertanyaannya adalah seberapa sering kita melakukan hal tersebut? Pada kenyataannya, sesuatu yang kita sebut sebagai kebaikan tidak lebih dari sekadar tiruan kecil dari hal yang sesungguhnya.
Contoh dari kemurahan hati tanpa harga adalah saat seseorang memberikan sesuatu yang tidak berharga bagi mereka. Ada juga kemurahan hati yang dilakukan untuk membuat diri sendiri dipuji, memberi untuk sekadar publisitas. Ada pula kemurahan hati sebagai sebuah syarat, hadiah yang menjadi kewajiban bagi si pemberi. Kemurahan hati seperti ini akan menimbulkan pertanyaan, apakah ini adalah kemurahan hati yang tulus?
Sebaliknya, terdapat tiga hal yang menandai kemurahan hati yang sebenarnya. Ada harga yang harus dibayar si pemberi, sesuatu yang diberikan secara bijaksana dan sesuatu yang diberikan secara cuma-cuma tanpa adanya kewajiban. Kesempatan untuk memberi yang ditolak adalah sebuah kesempatan untuk menerima yang hilang.
Pada novel karya Charles Dickens, A Christmas Carol, terdapat seorang tokoh bernama Ebenezer Scrooge. Dia digambarkan sebagai sosok laki-laki tua yang jahat, egois, dan tidak bahagia. Dia hanya tertarik untuk menghasilkan uang dan memenuhi kebutuhannya sendiri. Cerita pun berkembarlg,
Scrooge membuat pengakuan mengenai kelemahannya dan kemudian berubah. Dia mulai tertawa dan bermain, bepagi dan membantu. Dia terbebas dari kehidupan yang berpusaticepa dirinya sendiri dan menjadi murah hati serta bahagia. Anda memberi tanpa mencintai, tetapi Anda tidak bisa tanpa memberi. :) <3

posting pertama

temen temen blogger ni posting pertama saya, di blog ya ya ya?
nantinya disini akan ada catatan pribadi dan artikel artikel.